Anggaran untuk Ibu Kota Baru Akan Berubah

anggaran untuk ibu kota baru akan berubah

Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) / Bappenas mengatakan kebutuhan dana untuk pembangunan modal baru, 4.666 miliar rupee, bukan angka yang pasti. Namun anggaran untuk ibu kota baru akan berubah menurut mereka. Kebutuhan akan dana ini selalu dapat bertambah atau berkurang.

“Jumlah nominal dana yang dibutuhkan 466 miliar rupee dirancang untuk tiga daerah yang diusulkan kepada presiden oleh Bappenas, misalnya, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur,” kata wakil menteri pembangunan daerah kementerian PPN / Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradininata di Borobudur Hotel Jakarta, Selasa (10/10) 9/2019).

Kemudian, lanjutnya, Presiden Joko Widodo memilih lokasi ibu kota baru deposit pulsa bola di Kalimantan Timur, khususnya di beberapa wilayah Kutai Kertanegara dan sebagian Paser Penajem utara.

“Karena itu, kami (Bappenas) harus menyatakan dengan tepat jumlah dana yang dibutuhkan,” katanya.

Dia yakin Kementerian PPN / Bappenas akan belajar lebih mendalam sehingga biaya yang diperlukan akan optimal dan benar-benar memenuhi kebutuhan pembangunan modal baru.

“Perkiraan biaya kebutuhan pembangunan akan selesai pada akhir tahun ini,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pembangunan ibukota baru akan berjalan sesuai rencana dari 2021. Jika pindah maka anggaran untuk ibu kota baru akan berubah.

“Pada tahun 2020, kami sedang mempersiapkan rencana induk, termasuk desain teknis, rencana lokasi, kami akan membuatnya seoptimal mungkin, seakurat mungkin,” pungkasnya.