Salamander Adalah Amfibi Terbesar di Dunia

Salamander Adalah Amfibi Terbesar di Dunia

Salamander adalah nama umum bagi sekira 550 spesies amfibi. Mereka secara umum dicirikan oleh tampilan mirip kadal, bersama tubuh ramping, hidung pendek, dan ekor yang panjang. Karena itu membuat Salamander adalah amfibi terbesar di Dunia.

Semua fosil dan spesiesnya yang telah punah dimasukkan ke di dalam ordo Caudata, sedangkan spesiesnya yang tetap tersedia digolongkan bersama ke di dalam Urodela.

Para ilmuwan telah mendapatkan spesies baru salamander raksasa, yang agen bola diduga adalah amfibi terbesar di dunia. Spesies ini diidentifikasi oleh para peneliti dari Zoological Society of London (ZSL) dan London Natural History Museum bersama memanfaatkan DNA dari spesimen museum yang dihimpun sejak awal abad ke 20, dilansir dari laman Mirror.

Baca juga: Megahnya Kantor Milik Alibaba Group

17 spesimen yang tersedia di museum peristiwa dan seluruh sampel jaringannya dianggap berasal dari satu spesies salamander raksasa China liar, yang dikenal sebagai Andrias davidanus. Namun, sehabis dianalisis, ternyata tersedia penemuan tiga garis keturunan genetik yang berbeda di dalam salamander, yaitu Andrias davidanus, Andrias sligoi, dan spesies yang ketiga belum diketahui namanya.

Andrias sligoi adalah spesies yang terbesar dari ketiga spesies salamander yang ditemukan, ia bisa tumbuh hingga dua mtr. panjangnya. Ini menjadikan Andrias sligoi sebagai yang terbesar dari 8.000 spesies atau lebih amfibi yang tetap ada.

“Analisis kita menunjukkan bahwa spesies salamander raksasa China menyimpang pada 3,1 dan 2,4 juta tahun yang lalu,” ucap Profesor Samuel Turvey dari Institut Zoologi ZSL.

Kabarnya semua karena Salamander adalah amfibi terbesar di Dunia. Samuel juga mengungkapkan bahwa salamander raksasa China, sekarang diklasifikasikan sebagai “Sangat Terancam Punah”, pernah tersebar luas di seluruh China tengah, selatan dan timur. Hal ini berjalan dikarenakan eksploitasi berlebihan, lebih-lebih baru-baru ini salamander diburu untuk dijadikan makanan.

“Salamander kala ini bergerak secara luas di lebih kurang China, untuk translokasi konservasi dan ke peternakan yang melayani pasar makanan mewah China,” ucap Profesor Turvey. Kabarnya kala ini London Zoo memiliki empat salamander raksasa yang didapat dari seseorang yang mendambakan mengimpornya secara ilegal.