Seorang Pria Ditangkap Karena Ubah Pancasila Jadi Pancagila

ditangkap karena ubah Pancasila jadi Pancagila

Pemuda berumur 24 tahun asal Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat diamankan Regu Siber Polda Kalbar. Pemuda bernama samaran GP itu tidak berkutik dikala ditangkap di rumahnya, kawasan Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Mempawah pada Rabu( 2/ 10/ 2019) malam. Jadi pria itu ditangkap karena ubah Pancasila jadi Pancagila oleh Polisi.

GP diamankan sebab diprediksi melaksanakan tindak pidana ITE. Ialah dengan melaksanakan penghinaan terhadap lambang negeri.

Direktur Reserse Kriminal Spesial Polda Kalbar, Kombes Mahyudi Nazriansyah berkata, pengungkapan judi via pulsa permasalahan ini bermula dikala Regu Subdit 5 Direktorat Reskrimsus ataupun Subdit Siber Crime melaksanakan patroli di media sosial.

” Regu menciptakan account facebook yang mengunggah serta mengganti lambang negeri. Pancasila diganti jadi pancagila serta mengganti bunyi pancasila. Ini ialah hasil patroli media sosial yang dicoba anggota siber, serta dicoba profiling,” jelas Mahyudi kepada wartawan, Kamis( 3/ 10/ 2019).

Sehabis melaksanakan penelusuran serta penyelidikan lebih lanjut, owner account itu ialah GP masyarakat Mempawah. Regu Subdit 5 Direktorat Reskrimsus setelah itu berkoordinasi dengan Polsek Siantan buat melaksanakan mengamankan terhadap pelakon. Kabarnya pemuda tersebut ditangkap karena ubah Pancasila jadi Pancagila.

“ Dikala ini pelakon telah diamankan Subdit 5 buat dicoba pengecekan serta pemberksaan berikutnya. Rencananya pula hendak berkoordinasi dengan pakar bahasa serta pidana,” tambah Mahyudi.

GP, terancam dikenakan pasal tindak pidana ITE sebab dengan terencana serta tanpa hak menyebarkan kabar bohong yang menyebabkan kerugian konsumen. Tercantum kepada tiap orang mencoret, menulisi, menggambari ataupun membuat rusak lambang negeri dengan iktikad buat menodai, menghina ataupun merendahkan lambang negeri.

Sebagaimana diartikan dalam Pasal 45A ayat( 1) jo Pasal 28 ayat( 1) UU No 19 Tahun 2016 atas pergantian UU No 11 Tahun 2008 tentang Data serta Transaksi Elektronik( ITE). Serta, Pasal 68 UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa serta Lambang Negeri dan Lagu Kebangsaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *