Mengerikan Istri Yang Tidak Menyesal Bunuh Suaminya

Istri yang tidak menyesal bunuh suaminya

Sinde Silitonga (45), istri Marison Simaremare (47), mengatakan dia tidak menyesal membunuh suaminya. Untuk melakukan aksinya, ia menyewa dua pembunuh untuk membunuh nyawa Marison. Sungguh mengerikan Istri yang tidak menyesal bunuh suaminya dengan menyewa pembunuh bayaran.

“Apa yang kamu minta maaf? Ya, puaslah,” kata Sinde, Kamis (9/5/2019).

Selama kehidupan pernikahannya dengan Marison, dia mengatakan dia tidak bahagia untuk suaminya. Marison selama hidupnya selalu meneriakinya dan bersikap kasar padanya. Wanita yang akrab disapa Inang itu merasa diperlakukan tidak adil.

“Dia selalu berisik, saya telah memberi banyak selama waktu itu, itu tidak membuat saya bahagia, dia sudah meminta ikan asin selama sebulan, bahkan jika dia tidak pernah melakukannya. kepada keluarga istri pertamanya, “kata Sinde, istri keempat Marison.

Sinde berkata, Marison ditinggalkan oleh istri-istrinya dan yang terakhir menikah dengannya. Usia pernikahan dengan korbanĀ bola pulsa adalah 1 tahun dan 10 bulan. Selama hampir dua tahun menikah, kedua anak itu belum diberkati.

Marison memiliki enam anak dari istri pertamanya. Keenam anak Marison tinggal bersama mereka, ditambah seorang anak dari Sinde dengan suami sebelumnya. Sinde selesai menghabiskan suaminya karena dia tahu bahwa Marison akan kembali dengan istri pertamanya. Karena itulah sang Istri yang tidak menyesal bunuh suaminya rela melakukan hal keji itu.

“Ya, dia ingin kembali dengan istri pertamanya, bahkan jika istri pertamanya sudah menikah, jika mereka kembali lagi, aku akan dibiarkan seperti itu,” katanya.

Pembunuhan Marison terjadi pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019, sekitar pukul 01:00 WIB. Peristiwa itu terjadi di Sarang Burung Walet di Desa Mangkap, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Rumah burung layang-layang itu milik Kopyo, yang dijaga oleh Marison. Di dalam rumah ada istri dan anak keduanya. Marison dibunuh oleh dua pria muda, RM (27) dan LHH (21). Kedua tersangka yang ditangkap mengaku telah membunuh korban karena telah diperingatkan di Sinde Silitonga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *